Sign In

Fury Putra

Experienced Product Manager on Growth & Financial Service

Fury Oktria Putra is an experienced product manager with a diverse background in the tech industry, particularly in financial services and supply chain sectors in Indonesia.14 Here are key details about his professional profile:

Career Highlights

  • Current Role: Product Lead at Wintermar Offshore Marine Tbk (since June 2023)1

  • Previous Positions:

    • Senior Product Manager at GoToko (April 2022 - May 2023)
    • Product Manager at DOKU, PT NUSA SATU INTI ARTHA (November 2020 - April 2022)
    • Associate Product Manager at PT Payfazz Teknologi Nusantara (June 2019 - January 2020)

Expertise and Achievements

  • Over 6 years of experience in Financial Services and Supply Chain in Indonesia4
  • Proficient in defining requirements, designing, organizing, testing, and delivering complex systems1
  • Acknowledged as a product digital enabler, with experience in B2C, B2B, and Financial Services ecosystems1
  • At DOKU, he delivered initiatives for the small-medium market segment, including WhatsApp Link and Jokul Retail, achieving triple-digit MoM user growth4

Education and Skills

  • Bachelor of Engineering in Industrial Engineering from Universitas Gadjah Mada (UGM), graduated in 20181
  • Expertise in product management, sales and marketing, project management, and various industrial fields1
  • Proficient in tools such as JIRA, Trello, Zepplin, Slack, Google Suite, and others1

Additional Information

  • LinkedIn username: furyoktria3
  • Portfolio website: furyoktria.com4
  • Describes himself as "Cengli, Cuan, Cincai, Ciak #jackofalltrades #cuanforlyfe #techpreneur #productmanager" on Twitter2

Fury Oktria Putra has established himself as a dynamic professional in the product management field, with a strong track record in various tech companies and a focus on financial services and digital products.

Highlights

May 12 · linkedin

[Product Serial - How to create better copywriting for error messages]

Pesan error yang ditampilkan kepada pengguna harus didasarkan dari 3 pondasi utama:

1️⃣ Menguatkan mindset bahwa "tidak perlu membuat error message" Maksudnya adalah, pesan error muncul karena faktor-faktor yang di lakukan baik oleh sistem maupun oleh si penggunanya. Maka, yang perlu ditekankan adalah bagaimana membangun sistem yang diusahakan tanpa cela dengan membuat journey dari pengguna wajib semudah mungkin sehingga tidak menimbulkan kebingungan dari sisi pengguna.

2️⃣ Bukan berbentuk pesan robot Maksudnya dari pesan robot adalah, menampilkan syntax dari code tanpa adanya penafsiran berdasarkan bahasa yang dipahami umum. Contoh, syntax HTML atau JS yang tertampil.

3️⃣ Generic & Unclear Message Kedua pendekatan diatas sebisa mungkin dihindari, karena bisa membawa pengguna kepada kebingungan, yang justru bisa memperbesar churn rate dari platform yang dikembangkan.

Ada 5 komponen yang menjadi faktor penentu sebuah pesan error yang ditampilkan bisa dianggap baik, yakni:

1️⃣ "Say what happened" Ini harus bisa menjadi header dari pesan yang muncul, buat sesingkat mungkin, sejelas mungkin namun padat informasi. Contoh dibawah menggambarkan penggambaran bagaimana header yang baik dalam membuat error message.

"Unable to connect your account" Pesan yang ditampilkan sangat singkat, jelas namun memiliki makna yang cukup lugas. Bisa dikombinasikan dengan bentuk visual, atau audio.

2️⃣ "Provide reassurance" Ini penting, memberikan rasa aman, rasa kepastian kepada pengguna bahwa dampak dari error yang terjadi tidak akan berpengaruh terhadap apa yang sudah dilakukan pengguna pada fase sebelumnya.

3️⃣ "Help them to fix it" Berkaca pada heuristic evaluation by Jacob Nielsen bahwa pengguna ini perlu di provide "user control and freedom". Maksudnya adalah membuat pengguna memiliki kemampuan untuk bisa melakukan aksi di dalam sistem kita.

4️⃣ "Say why it happened" Ini penting di informasikan pada pesan error, walaupun permasalahan yang datang adalah karena "technical issue" namun sebisa mungkin pengguna mendapatkan penjelasan supaya pengguna bisa memahami aksi selanjutnya yang dilakukan

5️⃣ "Give them the way out" Ini adalah sebagai exit plan, supaya pengguna tetap memiliki kemampuan dan saluran yang tepat untuk menyampaikan keluhan untuk mengurangi dan menghilangkan kebingungan saat mereka menghadapi pesan error ini.

Source: https://lnkd.in/gJwBRs9E

[Product Serial - How to create better copywriting for error messages]

Pesan error yang ditampilkan
Mar 7 · linkedin

Logika dalam Product Management

Disclaimer Opinions expressed are solely my own.

  • Product Management role menurut perspektif saya, adalah permainan logika.
  • Interpretasi dari logika ini biasanya diwujudkan dalam bentuk framework yang harapannya framework-framework yang dibuat itu bukan hanya mempermudah kerja sang Product Manager tetapi kepada pemangku kepentingan yang berkolaborasi erat dengan sang product manager.

Kesalahan berpikir para freshmen product manager adalah mereka mendewakan framework.

  • Framework ini hanya sebagai alat membantu mengeluarkan dan memvisualisasikan logika berpikir product manager, tidak lebih dari itu.
  • Kita akan menyadari semakin lama, kita akan semakin overwhelmed dengan banyak framework yang typically same dan membingungkan mana yang perlu kita pilih.
  • Sangat diperbolehkan selama itu bisa solve business pain points, stakeholders pain points untuk kita generate new approach(es) or framework ataupun mencoba mengombinasikan berbagai macam framework existing menjadi satu framework baru.

Salah besar, kalau kita tidak boleh bereksperimen dengan framework yang ada, tidak ada istilah "framework overuses" berdasarkan practical experience saya.

Namun, yang perlu di pahami, logika dalam product management sebenarnya cukup mudah. Kerangka berpikirnya bisa berangkat dari salah satu atau kombinasi dua hal ketika menyelesaikan masalah yakni;

  • Bagaimana bisa meningkatkan revenue perusahaan dan atau,
  • Bagaimana bisa menurunkan cost yang dihadapi oleh perusahaan.

Tapi untuk starting pointsnya, ada beberapa useful strategic framework yang bisa digunakan:

  • Customer Purchase Decision Making Process ~ contohnya REAN (Reach, Engage, Activate, Nurture)
  • Marketing Mix (4P; Product, Place, Price, Promotion)
  • SWOT Analysis (Strength, Weaknesses, Opportunity, Threat)
  • Situational Analysis (Company, Competitors, Customers, Collaborators, Climate).
  • Porter Industry Analysis

Bisa juga, problem yang harus di selesaikan melihat dari:

  • Northstar Metrics perusahaan dan atau
  • Key Performance Indicator perusahaan.

Dengan logika dan mindset yang sudah kuat, percaya saja mau di taruh dalam perusahaan dengan core business yang beda-beda itu menjadi tidak masalah.

Semoga bisa menjawab keresahan teman-teman freshmen yang jadi Product Manager.

Last but not least, mending gak usah jadi PM kalau cara berpikirnya masih melompat-lompat yah! 😁😁

Sumber: Cracking PM Interview book by Gayle Laakmann McDowell and Jackie Bavaro

Related Questions

What are some of the most significant projects Fury has led at DOKU?
How did Fury's experience at Universitas Gadjah Mada influence his career?
What challenges has Fury faced in the maritime industry, and how did he overcome them?
Can you share more about Fury's role at Wintermar Offshore Marine Tbk?
What skills does Fury bring to his product management roles?
Fury Putra
Fury Putra, photo 1
Fury Putra, photo 2
Add to my network

Location

Indonesia